Aksi Bersih-Bersih Pantai Cangkring, Bantul sebagai Implementasi SDG’s 14 oleh Mahasiswa Pendidikan Geografi UNY

Bantul, 10 Mei 2026 – Mahasiswa Pendidikan Geografi UNY yang beranggotakan Alya, Muslih, Najwa, Dina, Nayla, Fifi, Fadilah, dan Citra mengadakan kegiatan bersih-bersih pantai di Pantai Cangkring, Bantul. Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya pengabdian untuk mendukung SDG’s 14 yaitu Life’s Below Water atau melestarikan dan menggunakan secara berkelanjutan lautan, laut, dan sumber daya kelautan. Aksi bersih Pantai ini dilakukan untuk mengurangi kontaminasi sampah plastik yang masuk dalam laut melalui pembersihan sampah plastik di wilayah pesisir. Hal ini dikarenakan laut merupakan muara terakhir sungai-sungai. Apabila banyak masyarakat yang membuang sampah sembarangan, maka muara akhirnya adalah laut. Akibatnya banyak sampah yang terkumpul di sekitar pesisir.

Kegiatan ini tidak hanya dilakukan oleh ketujuh mahasiswa di atas, melainkan juga beberapa mahasiswa lainnya yang juga ingin ikut berkontribusi dalam menjaga kelestarian lingkungan laut. Aksi ini diharapkan dapat menjadi salah satu contoh nyata bagi masyarakat dan kalangan mahasiswa untuk dapat terlibat aktif melestarikan lingkungan melalui penerapan tujuan berkelanjutan. SDG’s poin ke-14 merupakan salah satu tujuan berkelanjutan untuk menjaga ekosistem bawah laut demi mendukung kelestarian bumi ke depannya.

      

 

Aksi ini diawali dengan pengarahan bagi peserta kegiatan beserta pemilahan sampah. Antara sampah organik dan non organik di pisahkan. Sampah non organik seperti plastik dijadikan satu dalam kantong sampah. Sedangkan sampah organik seperti kayu, ranting, dan daun yang terdampar dikumpulkan menjadi satu di pinggir pantai agar dapat melapuk sendiri serta menjadi unsur hara alami yang memperbaiki struktur tanah di sekitar pantai. Untuk sampah non organik yang telah terkumpul kemudian dibawa ke tempat pembuangan sampah agar dapat dikondisikan petugas.

Bersih-bersih Pantai Cangkring ini menjadi satu langkah maju yang diharapkan dapat menjadi penggerak mahasiswa dan masyarakat sekitar untuk lebih menjaga lingkungan terutama menjaga air bumi. Kebersihan ekosistem air dan laut sangat berperan besar terhadap keberlanjutan bumi. Apabila laut terjaga, maka pemanasan global yang mengancam bumi dapat sedikit berkurang dengan adanya ekosistem lamun di laut yang dapat menyerap CO2 dengan baik. Oleh karena itu, besar harapan kegiatan ini dapat berdampak ke lingkungan dan masyarakat melalui kelestarian laut serta kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan tergerak.