Mahasiswa Pendidikan Geografi UNY Bentuk Generasi Tanggap Bencana melalui Demonstration-Based Active Learning di SIKK sebagai Implementasi SDGs 4 dan SDGs 11

    KOTA KINABALU – Belajar tentang bencana tidak cukup hanya dengan mendengarkan penjelasan. Hal tersebut diterapkan mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) Program Studi Pendidikan Geografi Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) melalui Demonstration-Based Active Learning di Sekolah Indonesia Kota Kinabalu (SIKK), Sabah, Malaysia, 12 Agustus 2026. Bertempat di Lapangan Futsal SIKK, proses tersebut melibatkan peserta didik dari jenjang SD, SMP, SMA, hingga SMK. Kegiatan ini turut mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) ke-4 tentang Pendidikan Bermutu dan SDGs ke-11 tentang Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan.
Empat jenis bencana  menjadi materi utama, yakni gempa bumi, tanah longsor, banjir, dan kebakaran. Materi disampaikan oleh mahasiswa Pendidikan Geografi UNY, Kartika dan Anam, yang mengawali kegiatan dengan pemaparan mengenai karakteristik bencana dan langkah-langkah mitigasi menggunakan proyektor. Dalam proses demonstrasi, beberapa peserta didik turut dilibatkan untuk mencoba tindakan yang dicontohkan. Mereka mengikuti arahan mahasiswa mengenai hal-hal yang perlu dilakukan sebelum, saat, dan setelah bencana, sementara peserta didik lainnya mengamati jalannya peragaan.
    Setelah demonstrasi, peserta didik diajak berdiskusi dan menjawab pertanyaan mengenai tindakan yang tepat ketika menghadapi kondisi darurat. Antusiasme peserta didik dari jenjang SD, SMP, SMA, hingga SMK terlihat selama sesi tersebut. Cara belajar seperti ini membuat peserta didik tidak hanya melihat dan mendengar penjelasan, tetapi juga mencoba secara langsung apa yang sedang dipelajari. 
    Pengalaman tersebut kemudian diterapkan kembali oleh peserta didik jenjang SMP melalui Lomba Mitigasi Bencana sebagai salah satu rangkaian HUT Pramuka ke-65. Perlombaan dilaksanakan dua hari setelah kegiatan edukasi mitigasi bencana, yakni pada Jum’at, 14 Agustus 2026. Ajang perlombaan ini memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mempraktikkan langkah-langkah mitigasi dalam situasi yang menuntut keterampilan dan kesiapsiagaan. 
    Penerapan Demonstration-Based Active Learning mendukung SDGs ke-4 tentang Pendidikan Bermutu melalui pembelajaran yang memadukan pengetahuan dengan pengalaman langsung. Kegiatan ini juga sejalan dengan SDGs ke-11 tentang Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan dengan mengenalkan kesiapsiagaan menghadapi risiko bencana di lingkungan sekolah. Pembelajaran melalui demonstrasi dan praktik membantu peserta didik memahami tindakan mitigasi secara lebih faktual.
Bagi mahasiswa Pendidikan Geografi UNY, pengalaman tersebut menjadi kesempatan untuk membawa pengetahuan kebencanaan ke dalam praktik pembelajaran. Bagi peserta didik, pembelajaran memberikan ruang untuk mengenali risiko sekaligus mencoba tindakan yang dapat dilakukan ketika menghadapi keadaan darurat. Dengan menggabungkan penjelasan, demonstrasi, dan praktik, edukasi kebencanaan dapat berlangsung lebih dekat dengan pengalaman peserta didik sehari-hari.