Dosen Geografi FISIP UNY Berdayakan Kelompok Wanita Tani di Guwosari melalui Budidaya Sayuran Organik Berbasis Pekarangan

Bantul – Tim dosen Departemen Pendidikan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), menginisiasi kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) melalui program Dosen Berkegiatan di Luar Kampus (DLK) Tahun 2026. Kegiatan bertajuk “Optimalisasi Peran Kelompok Wanita Tani untuk Meningkatkan Ketahanan Pangan melalui Budidaya Sayuran Organik Berbasis Pekarangan” ini menyasar Kelompok Wanita Tani (KWT) di Dusun Iroyudan, Kalurahan Guwosari, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Program pengabdian tersebut diketuai oleh Dr. Nurul Khotimah, M.Si., dengan anggota Prof. Dr. Drs. Suhadi Purwantara, M.Si. dan Elinda Tria Wati, S.Pd., M.Sc. Kegiatan ini juga melibatkan lima mahasiswa Pendidikan Geografi UNY, yaitu Hilda Yulia Hanifah, Meira Ariani Hermawati, Frinshen Michael Simamora, Annie Miftahul Jannah, dan Gracia Yemima Irsanti. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penguatan ketahanan pangan rumah tangga melalui optimalisasi sumber daya lokal. Pekarangan rumah yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai sumber penyediaan pangan sehat, bergizi, dan bernilai ekonomis. Dalam konteks tersebut, Kelompok Wanita Tani memiliki peran strategis sebagai penggerak kegiatan pertanian produktif sekaligus pengelola ketahanan pangan keluarga. Melalui program ini, tim pengabdian berupaya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota KWT dalam menerapkan teknik budidaya sayuran organik yang sederhana, ramah lingkungan, dan sesuai dengan karakteristik lahan pekarangan. Pendekatan ini sekaligus menjadi upaya pemberdayaan perempuan dalam mengembangkan kegiatan ekonomi produktif berbasis potensi lokal.

Rangkaian program dirancang melalui pendekatan partisipatif yang meliputi identifikasi kebutuhan mitra, pelatihan, praktik budidaya, pendampingan, serta evaluasi. Materi pelatihan mencakup pengenalan prinsip pertanian organik, persiapan media tanam, pemilihan benih, teknik penanaman dan pemeliharaan tanaman, pemanfaatan pupuk organik, hingga pengendalian hama dan penyakit tanaman secara ramah lingkungan.

Kegiatan Sosialisasi (Sumber: Dokumentasi Tim)

Dalam penerapannya, budidaya sayuran organik diarahkan menggunakan media tanam yang mudah dijangkau masyarakat, seperti polibag, pot, maupun bedengan sederhana. Komoditas sayuran yang diperkenalkan meliputi sayuran daun yang relatif cepat dipanen, antara lain sawi, bayam, kangkung, dan selada. Pemilihan jenis tanaman tersebut mempertimbangkan kemudahan perawatan, kebutuhan konsumsi rumah tangga, serta peluang pengembangan hasil produksi. Selain menekankan aspek teknis budidaya, program pengabdian ini juga memberikan perhatian terhadap penguatan kapasitas kelembagaan KWT dan keberlanjutan kegiatan. Pendampingan diharapkan mampu mendorong anggota kelompok untuk mengelola kegiatan pertanian pekarangan secara lebih terencana, mandiri, dan berkesinambungan.

Optimalisasi pemanfaatan pekarangan tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi sayuran, tetapi juga pada upaya mengurangi ketergantungan rumah tangga terhadap pasokan pangan dari pasar. Dalam jangka panjang, hasil budidaya yang melebihi kebutuhan konsumsi keluarga berpotensi dikembangkan sebagai sumber pendapatan tambahan bagi anggota KWT. Kegiatan ini juga menjadi wujud nyata kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan kedua, yaitu Tanpa Kelaparan (Zero Hunger), melalui peningkatan akses terhadap pangan bergizi. Selain itu, kegiatan ini turut mendukung pengurangan kemiskinan, peningkatan kualitas pendidikan masyarakat, dan penguatan kemitraan antara perguruan tinggi dan komunitas lokal.

Melalui kolaborasi antara dosen, mahasiswa, dan masyarakat, program pengabdian ini diharapkan mampu memperkuat peran perempuan sebagai aktor penting dalam pembangunan perdesaan. Pemanfaatan lahan pekarangan untuk budidaya sayuran organik menjadi salah satu langkah sederhana tetapi strategis dalam membangun kemandirian pangan keluarga yang berkelanjutan. Program ini sekaligus menegaskan komitmen Geografi FISIP UNY untuk terus menghadirkan kegiatan pendidikan tinggi yang berdampak langsung bagi masyarakat, melalui penerapan ilmu pengetahuan, pemberdayaan komunitas, dan pengembangan potensi wilayah secara berkelanjutan.

Tags: