You are here
Mengembangkan Kreativitas Siswa X E 9 SMA Negeri 2 Yogyakarta melalui Pembelajaran Peta Timbul Topografi sebagai Implementasi SDGs 4 Pendidikan Berkualitas
Primary tabs

Yogyakarta - Dalam pembelajaran Geografi, peta merupakan salah satu materi penting untuk membantu peserta didik memahami berbagai informasi mengenai permukaan bumi. Peta memiliki beberapa jenis, salah satunya adalah peta umum yang menggambarkan berbagai kenampakan di permukaan bumi. Salah satu contoh peta umum adalah peta topografi, yaitu peta yang menggambarkan bentuk permukaan bumi, termasuk perbedaan ketinggian dan relief suatu wilayah. Melalui materi ini, siswa diajak untuk memahami bagaimana kondisi suatu wilayah dapat digambarkan melalui peta.
Materi tersebut kemudian dipelajari melalui kegiatan pembuatan peta timbul topografi. Kegiatan ini dilakukan agar siswa dapat memahami bentuk relief dan perbedaan ketinggian suatu wilayah dengan cara yang lebih nyata. Tidak hanya membaca peta dua dimensi, siswa juga mencoba mengubah informasi topografi menjadi bentuk tiga dimensi.
Dalam kegiatan tersebut, siswa dibagi menjadi beberapa kelompok dengan pembagian wilayah Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua. Setiap kelompok bertugas membuat peta timbul sesuai dengan wilayah yang telah ditentukan. Peta timbul dibuat menggunakan bubur kertas yang dibentuk dan disusun mengikuti kondisi topografi wilayah masing-masing. Bahan yang sederhana tersebut kemudian dimanfaatkan siswa untuk menghasilkan gambaran relief yang menunjukkan perbedaan ketinggian pada setiap wilayah.

Proses pembuatan peta timbul topografi wilayah Sumatera oleh Peserta didik Kelas X E 9 SMA Negeri 2 Yogyakarta
Saat proses pembuatan berlangsung, siswa mulai mengerjakan peta timbul sesuai dengan pembagian wilayah masing-masing. Ada yang menyiapkan dan mengolah bubur kertas, ada yang membentuk bagian relief, sementara anggota lainnya mengatur posisi dan menyesuaikan bentuk peta dengan kondisi topografi wilayah yang dikerjakan. Siswa juga terlihat saling berdiskusi ketika menentukan bagian wilayah yang memiliki perbedaan ketinggian. Sesekali mereka saling membantu dan memberikan masukan agar bentuk relief yang dibuat dapat menggambarkan kondisi wilayah dengan lebih baik. Suasana pembelajaran pun berlangsung cukup aktif karena siswa terlibat langsung dalam setiap tahap pembuatan peta timbul.
Melalui kegiatan ini, materi topografi yang sebelumnya dipelajari melalui peta dua dimensi menjadi lebih mudah untuk dibayangkan. Siswa dapat melihat secara langsung bagaimana bentuk dataran rendah, dataran tinggi, dan pegunungan direpresentasikan dalam bentuk tiga dimensi. Selain memahami materi, siswa juga mendapatkan pengalaman dalam mengolah informasi geografis menjadi sebuah karya.
Kegiatan pembelajaran ini juga sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) ke-4, yaitu Pendidikan Bermutu (Quality Education). Pembelajaran melalui praktik seperti ini memberikan kesempatan kepada siswa untuk terlibat secara langsung dalam proses belajar. Selain memahami materi Geografi, siswa juga belajar bekerja sama, berdiskusi, mengembangkan kreativitas, serta menyelesaikan masalah yang muncul selama kegiatan. Hal tersebut menjadi bagian dari upaya menciptakan pembelajaran yang aktif, kreatif, dan bermakna.
Melalui pembuatan peta timbul berbahan bubur kertas, siswa X E 9 tidak hanya belajar mengenai peta dan topografi, tetapi juga mendapatkan pengalaman untuk memahami kondisi geografis Indonesia melalui sebuah karya. Kegiatan ini diharapkan dapat membuat pembelajaran Geografi terasa lebih menarik dan membantu siswa memahami keragaman bentuk muka bumi Indonesia dengan cara yang lebih dekat dan menyenangkan.
Kontak Kami
Jurusan Pendidikan Geografi
Gedung Dekanat Lantai 3 FIS UNY
Kampus UNY Karangmalang
Yogyakarta 55281
Telp: (0274) 586168 psw 386
Faks: 0274-548201
e-mail: geografi@uny.ac.id
Copyright © 2026,